Category: Cyber Journalisme Polri

  • Polri Raih Predikat Informatif dengan Skor Fantastis 98,90!

    Polri Raih Predikat Informatif dengan Skor Fantastis 98,90!

     

    Jakarta — Komitmen Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam membuka diri kepada masyarakat membuahkan hasil gemilang. Tahun ini, Polri berhasil menorehkan catatan sejarah dalam keterbukaan informasi publik dengan meraih nilai 98,90. Angka nyaris sempurna ini menempatkan Polri pada kategori tertinggi, yakni Predikat Informatif.

    Pencapaian ini bukan sekadar angka di atas kertas. Menurut Ketua Komisi Informasi Pusat, Dr. Ir. Donny Yoesgiantoro, M.M., M.P.A., nilai tersebut merupakan bukti otentik bahwa Polri telah bertransformasi menjadi lembaga yang mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas secara konsisten.

    Apa Arti Skor 98,90 bagi Masyarakat?

    Predikat “Informatif” menunjukkan bahwa Polri telah berhasil membangun ekosistem komunikasi yang sehat, di mana masyarakat dapat:

    Mengakses Informasi dengan Mudah: Prosedur permohonan informasi yang lebih ringkas dan digital.
    Mendapatkan Kejelasan: Transparansi dalam kinerja, anggaran, hingga layanan kepolisian.
    Meningkatkan Kepercayaan: Keterbukaan menjadi fondasi utama dalam memperkuat hubungan antara Polri dan warga.
    Konsistensi di Balik Layar

    Meraih predikat tertinggi bukanlah perjalanan instan. Keberhasilan ini mencerminkan kerja keras seluruh jajaran Polri dalam mengimplementasikan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Semangat #PolriInformatif kini bukan lagi sekadar slogan, melainkan budaya kerja yang diterapkan dari tingkat Mabes hingga ke kewilayahan.

    “Raihan ini mencerminkan komitmen kuat Polri dalam mengimplementasikan prinsip transparansi dan akuntabilitas secara konsisten.” — Dr. Ir. Donny Yoesgiantoro
    Menuju Masa Depan yang Lebih Terbuka

    Dengan skor yang hampir mencapai puncaknya, Polri tidak lantas berpuas diri. Tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi dan terus berinovasi dalam memberikan pelayanan informasi yang cepat, akurat, dan terpercaya bagi seluruh lapisan masyarakat.

    Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa Polri terus berbenah demi mewujudkan institusi yang modern, profesional, dan dicintai masyarakat melalui keterbukaan informasi.

     

     

  • Lampaui Batas Transparansi: Polri Raih Predikat Informatif dengan Skor Fantastis 98,90!

    Lampaui Batas Transparansi: Polri Raih Predikat Informatif dengan Skor Fantastis 98,90!

     

     

    Jakarta — Komitmen Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam membuka diri kepada masyarakat membuahkan hasil gemilang. Tahun ini, Polri berhasil menorehkan catatan sejarah dalam keterbukaan informasi publik dengan meraih nilai 98,90. Angka nyaris sempurna ini menempatkan Polri pada kategori tertinggi, yakni Predikat Informatif.

    Pencapaian ini bukan sekadar angka di atas kertas. Menurut Ketua Komisi Informasi Pusat, Dr. Ir. Donny Yoesgiantoro, M.M., M.P.A., nilai tersebut merupakan bukti otentik bahwa Polri telah bertransformasi menjadi lembaga yang mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas secara konsisten.

    Apa Arti Skor 98,90 bagi Masyarakat?

    Predikat “Informatif” menunjukkan bahwa Polri telah berhasil membangun ekosistem komunikasi yang sehat, di mana masyarakat dapat:

    Mengakses Informasi dengan Mudah: Prosedur permohonan informasi yang lebih ringkas dan digital.
    Mendapatkan Kejelasan: Transparansi dalam kinerja, anggaran, hingga layanan kepolisian.
    Meningkatkan Kepercayaan: Keterbukaan menjadi fondasi utama dalam memperkuat hubungan antara Polri dan warga.
    Konsistensi di Balik Layar

    Meraih predikat tertinggi bukanlah perjalanan instan. Keberhasilan ini mencerminkan kerja keras seluruh jajaran Polri dalam mengimplementasikan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Semangat #PolriInformatif kini bukan lagi sekadar slogan, melainkan budaya kerja yang diterapkan dari tingkat Mabes hingga ke kewilayahan.

    “Raihan ini mencerminkan komitmen kuat Polri dalam mengimplementasikan prinsip transparansi dan akuntabilitas secara konsisten.” — Dr. Ir. Donny Yoesgiantoro
    Menuju Masa Depan yang Lebih Terbuka

    Dengan skor yang hampir mencapai puncaknya, Polri tidak lantas berpuas diri. Tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi dan terus berinovasi dalam memberikan pelayanan informasi yang cepat, akurat, dan terpercaya bagi seluruh lapisan masyarakat.

    Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa Polri terus berbenah demi mewujudkan institusi yang modern, profesional, dan dicintai masyarakat melalui keterbukaan informasi.

     

     

  • Bukan Sekadar Angka: Strategi Kapolri di Balik Rekor Transparansi Polri 2025

    Bukan Sekadar Angka: Strategi Kapolri di Balik Rekor Transparansi Polri 2025

    Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) baru saja mengukuhkan posisinya sebagai institusi paling transparan di tanah air. Dalam hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik (KIP) 2025, Polri sukses menyabet Peringkat Pertama Nasional dengan skor hampir sempurna: 98,90.

    Namun, di balik selebrasi tersebut, ada pesan mendalam yang disampaikan oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Baginya, skor tinggi ini bukanlah garis finish, melainkan bahan bakar untuk transformasi yang lebih besar.

    Transparansi Sebagai “Napas” Institusi

    Kapolri menegaskan bahwa keterbukaan informasi bukan sekadar urusan administratif untuk memenuhi indikator penilaian. Ini adalah tentang kepercayaan (trust).

    “Ini adalah apresiasi sekaligus tantangan untuk terus menjaga kepercayaan publik melalui keterbukaan informasi. Transparansi bukan tujuan akhir, tapi komitmen yang harus dijaga setiap hari,” tegas Jenderal Listyo Sigit.

    Mengapa Skor 98,90 Itu Penting?
    Akses Cepat & Akurat: Kemudahan masyarakat dalam mendapatkan informasi melalui platform digital Polri yang semakin inklusif.

    Akuntabilitas Publik: Setiap kebijakan dan tindakan kepolisian kini lebih terukur dan dapat dipantau langsung oleh masyarakat.

    Budaya Melayani: Transformasi dari paradigma “dilayani” menjadi “informatif dan melayani”.

     

     

  • Kapolda Metro Jaya: Bela Negara Tanggung Jawab Bersama untuk Indonesia Maju

    Kapolda Metro Jaya: Bela Negara Tanggung Jawab Bersama untuk Indonesia Maju

     


    Foto: Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri 

    Kepolisian Daerah Metro Jaya beserta staf dan seluruh jajaran menyampaikan ucapan Selamat Hari Bela Negara yang diperingati setiap 19 Desember. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali semangat bela negara sebagai fondasi menjaga kedaulatan, persatuan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Mengusung tema “Teguhkan Bela Negara, Untuk Indonesia Maju“, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri, S.I.K., M.Si. mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat komitmen cinta tanah air melalui peran dan kontribusi nyata di bidang masing-masing. Menurutnya, bela negara bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama seluruh warga negara.

    Kapolda menegaskan, Polri khususnya Polda Metro Jaya akan terus berkomitmen menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat secara profesional, humanis, dan berintegritas sebagai wujud nyata pengabdian kepada bangsa dan negara. Sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan Indonesia yang aman, maju, dan sejahtera.

    Melalui peringatan Hari Bela Negara ini, Polda Metro Jaya berharap semangat persatuan dan gotong royong semakin menguat, sehingga Jakarta tetap aman dan kondusif, serta Indonesia terus melangkah maju menghadapi berbagai tantangan ke depan.

    #poldametrojaya

    #polriuntukmasyarakat

    #JagaJakarta

     

  • Refleksi 77 Tahun Pengabdian: Kabidhumas Polda Metro Jaya Ajak Masyarakat Teguhkan Cinta Tanah Air

    Refleksi 77 Tahun Pengabdian: Kabidhumas Polda Metro Jaya Ajak Masyarakat Teguhkan Cinta Tanah Air

    Jakarta — Peringatan usia ke-77 menjadi momentum penting untuk menengok kembali perjalanan panjang pengabdian sekaligus memperkuat komitmen terhadap bangsa dan negara. Dalam suasana reflektif tersebut, Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, S.I.K., M.Si., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai kembali arti sejati cinta tanah air.

    Menurutnya, cinta tanah air tidak hanya diwujudkan melalui simbol dan seremoni, tetapi terutama melalui kontribusi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Setiap warga negara, apa pun profesi dan latar belakangnya, memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan, keamanan, dan kemajuan bangsa.

    “Mari kita teguhkan hati dan berikan kontribusi terbaik di bidang yang kita tekuni. Sekecil apa pun peran yang kita lakukan, jika dilakukan dengan tulus dan penuh tanggung jawab, akan sangat berarti bagi kemajuan Indonesia,” ujar Kombes Pol. Budi Hermanto.

    Ia menegaskan, semangat pengabdian harus terus dirawat seiring dengan tantangan zaman yang kian kompleks, khususnya di wilayah metropolitan seperti Jakarta. Kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif.

    Momentum peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa menjaga Jakarta berarti menjaga wajah Indonesia di mata dunia. Oleh karena itu, kesadaran kolektif untuk saling peduli, taat hukum, serta menjaga persatuan merupakan wujud nyata dari cinta tanah air.

    Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian tanpa henti, Polda Metro Jaya terus berkomitmen hadir untuk masyarakat, sejalan dengan nilai-nilai Polri yang humanis, profesional, dan modern.

    #PoldaMetroJaya #PolriUntukMasyarakat #JagaJakarta

     

  • Bersinergi Kapolda Metro dan Wartawan Tanding Sepak Bola di Stadion Presisi

    Bersinergi Kapolda Metro dan Wartawan Tanding Sepak Bola di Stadion Presisi

    Sinergi Lewat Bola, Kapolda Metro dan Wartawan Tanding di Stadion Presisi

    Polda Metro Jaya dan wartawan bertanding bola di Lapangan Presisi.
    Polda Metro Jaya dan wartawan bertanding bola di Lapangan Presisi. (dok. Polda Metro Jaya)
    Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri bersama wartawan bertemu di Lapangan Presisi dalam pertandingan minisoccer. Bukan sekadar olahraga, pertandingan persahabatan ini digelar untuk memperkuat sinergi Polda Metro Jaya dengan wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Polda Metro Jaya (FWP). 

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu upaya membangun kedekatan emosional sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan media.

    “Melalui kegiatan olahraga bersama, kami ingin menjaga hubungan yang sehat, terbuka, dan saling mendukung antara Polri dan rekan-rekan wartawan sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada publik,” ujar Budi Hermanto, Jumat (19/12/2025).

     

    Polda Metro Jaya dan wartawan bertanding bola di Lapangan Presisi. (dok. Polda Metro Jaya)

     

    Melalui kegiatan ini, Polda Metro Jaya berharap kolaborasi yang telah terjalin dengan insan pers dapat terus diperkuat, sehingga penyampaian informasi kepada masyarakat berjalan sejuk, akurat, dan membangun kepercayaan publik.

    Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB pagi tadi itu diikuti oleh jajaran pimpinan Polda Metro Jaya. Selain menjaga kebugaran, olahraga bersama ini menjadi ruang kebersamaan dan komunikasi informal di lingkungan internal kepolisian.

    Pertandingan minisoccer antara PJU Polda Metro Jaya dan FWP PMJ berlangsung dalam suasana akrab dan penuh sportivitas. Interaksi di lapangan mencerminkan hubungan yang cair dan saling menghargai antara Polri dan insan pers.

  • Sinergi Lewat Bola, Kapolda Metro dan Wartawan Tanding di Stadion Presisi

    Sinergi Lewat Bola, Kapolda Metro dan Wartawan Tanding di Stadion Presisi

    Sinergi Lewat Bola, Kapolda Metro dan Wartawan Tanding di Stadion Presisi

    Polda Metro Jaya dan wartawan bertanding bola di Lapangan Presisi.
    Polda Metro Jaya dan wartawan bertanding bola di Lapangan Presisi. (dok. Polda Metro Jaya)
    Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri bersama wartawan bertemu di Lapangan Presisi dalam pertandingan minisoccer. Bukan sekadar olahraga, pertandingan persahabatan ini digelar untuk memperkuat sinergi Polda Metro Jaya dengan wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Polda Metro Jaya (FWP).

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu upaya membangun kedekatan emosional sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan media.

    “Melalui kegiatan olahraga bersama, kami ingin menjaga hubungan yang sehat, terbuka, dan saling mendukung antara Polri dan rekan-rekan wartawan sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada publik,” ujar Budi Hermanto, Jumat (19/12/2025).

     

    Polda Metro Jaya dan wartawan bertanding bola di Lapangan Presisi. (dok. Polda Metro Jaya)

     

    Melalui kegiatan ini, Polda Metro Jaya berharap kolaborasi yang telah terjalin dengan insan pers dapat terus diperkuat, sehingga penyampaian informasi kepada masyarakat berjalan sejuk, akurat, dan membangun kepercayaan publik.

    Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB pagi tadi itu diikuti oleh jajaran pimpinan Polda Metro Jaya. Selain menjaga kebugaran, olahraga bersama ini menjadi ruang kebersamaan dan komunikasi informal di lingkungan internal kepolisian.

    Pertandingan minisoccer antara PJU Polda Metro Jaya dan FWP PMJ berlangsung dalam suasana akrab dan penuh sportivitas. Interaksi di lapangan mencerminkan hubungan yang cair dan saling menghargai antara Polri dan insan pers.

  • Lebih Dekat Dengan Komjen Suyudi Ario Seto Jenderal Bintang 3 Kepercayaan Prabowo yang sedang Viral

    Lebih Dekat Dengan Komjen Suyudi Ario Seto Jenderal Bintang 3 Kepercayaan Prabowo yang sedang Viral

    Siapa Sebenarnya Komjen Suyudi Ario Seto? Jenderal Bintang 3 Kepercayaan Prabowo yang sedang Viral
    SUYUDI KEPALA BNN – Brigjen Pol Suyudi Ario Seto Kepala Badan Narkotika Nasional, intip profil dan kekayaan sang jenderal bintang 3 kepercayaan Prabowo.

     Nama Komjen Pol Suyudi Ario Seto, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), tengah menjadi buah bibir di tengah masyarakat.

    Perhatian publik tertuju pada keberhasilannya memimpin sebuah operasi besar yang mengguncang jaringan narkotika internasional.

    Operasi tersebut berujung pada penangkapan buronan kelas kakap Dewi Astutik alias PA di Kamboja.

    Dewi Astutik diduga kuat sebagai pengendali utama penyelundupan sabu seberat dua ton, dengan nilai fantastis yang diperkirakan mencapai Rp 5 triliun.

    Pengungkapan kasus ini kembali menempatkan BNN di garis terdepan dalam perang melawan jaringan narkotika lintas negara.

    Operasi Senyap Membongkar Jaringan Narkotika Global

    Penangkapan Dewi Astutik bukanlah peristiwa yang terjadi secara instan.

    Pengungkapan kasus besar ini berawal dari keberhasilan aparat menggagalkan penyelundupan 2,3 kilogram heroin.

    Barang haram tersebut diamankan oleh Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPUBC TMP) C Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

    Dari temuan awal itu, aparat penegak hukum kemudian menelusuri jalur distribusi yang lebih luas dan kompleks.

    Penelusuran tersebut akhirnya mengarah pada satu nama sentral: Dewi Astutik.

    Ia diketahui memiliki keterkaitan erat dengan jaringan gembong narkoba Fredy Pratama, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sindikat narkotika internasional paling berbahaya.

    “Dewi merupakan rekrutmen dari jaringan perdagangan narkotika Asia, Afrika dan juga menjadi DPO dari negara Korea Selatan,” ujar Komjen Pol Suyudi Ario Seto, dikutip dari Antara, Rabu (3/12/2025).

     

  • Komjen Suyudi Ario Seto Jenderal Bintang 3 Kepercayaan Prabowo yang sedang Viral

    Komjen Suyudi Ario Seto Jenderal Bintang 3 Kepercayaan Prabowo yang sedang Viral

    Komjen Suyudi Ario Seto Jenderal Bintang 3 Kepercayaan Prabowo yang sedang Viral

    Siapa Sebenarnya Komjen Suyudi Ario Seto? Jenderal Bintang 3 Kepercayaan Prabowo yang sedang Viral
    SUYUDI KEPALA BNN – Brigjen Pol Suyudi Ario Seto Kepala Badan Narkotika Nasional, intip profil dan kekayaan sang jenderal bintang 3 kepercayaan Prabowo.

     Nama Komjen Pol Suyudi Ario Seto, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), tengah menjadi buah bibir di tengah masyarakat.

    Perhatian publik tertuju pada keberhasilannya memimpin sebuah operasi besar yang mengguncang jaringan narkotika internasional.

    Operasi tersebut berujung pada penangkapan buronan kelas kakap Dewi Astutik alias PA di Kamboja.

    Dewi Astutik diduga kuat sebagai pengendali utama penyelundupan sabu seberat dua ton, dengan nilai fantastis yang diperkirakan mencapai Rp 5 triliun.

    Pengungkapan kasus ini kembali menempatkan BNN di garis terdepan dalam perang melawan jaringan narkotika lintas negara.

    Operasi Senyap Membongkar Jaringan Narkotika Global

    Penangkapan Dewi Astutik bukanlah peristiwa yang terjadi secara instan.

    Pengungkapan kasus besar ini berawal dari keberhasilan aparat menggagalkan penyelundupan 2,3 kilogram heroin.

    Barang haram tersebut diamankan oleh Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPUBC TMP) C Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

    Dari temuan awal itu, aparat penegak hukum kemudian menelusuri jalur distribusi yang lebih luas dan kompleks.

    Penelusuran tersebut akhirnya mengarah pada satu nama sentral: Dewi Astutik.

    Ia diketahui memiliki keterkaitan erat dengan jaringan gembong narkoba Fredy Pratama, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sindikat narkotika internasional paling berbahaya.

    “Dewi merupakan rekrutmen dari jaringan perdagangan narkotika Asia, Afrika dan juga menjadi DPO dari negara Korea Selatan,” ujar Komjen Pol Suyudi Ario Seto, dikutip dari Antara, Rabu (3/12/2025).

     

  • Mengenal Komjen Suyudi Ario Seto Jenderal Bintang 3 Kepercayaan Prabowo yang sedang Viral

    Mengenal Komjen Suyudi Ario Seto Jenderal Bintang 3 Kepercayaan Prabowo yang sedang Viral

    Mengenal Komjen Suyudi Ario Seto Jenderal Bintang 3 Kepercayaan Prabowo yang sedang Viral

    Siapa Sebenarnya Komjen Suyudi Ario Seto? Jenderal Bintang 3 Kepercayaan Prabowo yang sedang Viral
    SUYUDI KEPALA BNN – Brigjen Pol Suyudi Ario Seto Kepala Badan Narkotika Nasional, intip profil dan kekayaan sang jenderal bintang 3 kepercayaan Prabowo.

     Nama Komjen Pol Suyudi Ario Seto, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), tengah menjadi buah bibir di tengah masyarakat.

    Perhatian publik tertuju pada keberhasilannya memimpin sebuah operasi besar yang mengguncang jaringan narkotika internasional.

    Operasi tersebut berujung pada penangkapan buronan kelas kakap Dewi Astutik alias PA di Kamboja.

    Dewi Astutik diduga kuat sebagai pengendali utama penyelundupan sabu seberat dua ton, dengan nilai fantastis yang diperkirakan mencapai Rp 5 triliun.

    Pengungkapan kasus ini kembali menempatkan BNN di garis terdepan dalam perang melawan jaringan narkotika lintas negara.

    Operasi Senyap Membongkar Jaringan Narkotika Global

    Penangkapan Dewi Astutik bukanlah peristiwa yang terjadi secara instan.

    Pengungkapan kasus besar ini berawal dari keberhasilan aparat menggagalkan penyelundupan 2,3 kilogram heroin.

    Barang haram tersebut diamankan oleh Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPUBC TMP) C Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

    Dari temuan awal itu, aparat penegak hukum kemudian menelusuri jalur distribusi yang lebih luas dan kompleks.

    Penelusuran tersebut akhirnya mengarah pada satu nama sentral: Dewi Astutik.

    Ia diketahui memiliki keterkaitan erat dengan jaringan gembong narkoba Fredy Pratama, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sindikat narkotika internasional paling berbahaya.

    “Dewi merupakan rekrutmen dari jaringan perdagangan narkotika Asia, Afrika dan juga menjadi DPO dari negara Korea Selatan,” ujar Komjen Pol Suyudi Ario Seto, dikutip dari Antara, Rabu (3/12/2025).